Teknik Analisis Meramalkan Kas Perusahaan 1. Keuangan Perusahaan Perusahaan Keuangan merupakan lembaga yang melaksanakan fungsi utama, menyalurkan dana dari yang berlebih kepada mereka yang kekurangan dana. Adapun jenis-jenis perusahaan keuangan adalah sebagai berikut: a. Bank Komersial (Commercial Banks): lembaga simpanan yang memiliki asset utama berupa pinjaman dan kewajiban utama lain yaitu tabungan (deposits). b. Thrifts: lembaga simpanan dalam bentuk tabungan atau pinjaman, savings banks dan credit unions. c. Perusahaan asuransi: lembaga keuangan yang menjaga individu dan perusahaan (policy holders) dari kejadian yang buruk. d. Perusahaan sekuritas dan bank investasi: lembaga keuangan yang menjamin sekuritas dan terlibat dalam kegiatan sehubungan seperti broker surat berharga, jual beli surat berharga, dan menghasilkan pasar dimana surat berharga diperdagangkan. e. Perusahaan Pembiayaan (Finance companies): Lembaga penghubung keuangan yang memberi pinjaman kepada individu dan bisnis. f. Reksa dana (Mutual Funds): lembaga keuangan yang menawarkan rencana simpanan dimana dana milik partisipan mengakumulasi tabungan selama tahun bekerja mereka sebelum diambil selama tahun penisun mereka. 2. Estimasi Penjualan Estimasi Penjualan adalah ramalan unit dan nilai uang penjualan suatu perusahaan. Penyusunan perencanaan keuangan apabila disajikan dengan benar, maka informasi tersebut akan berguna bagi pihak manajemen perusahaan dalam rangka pengembangan usaha yang dilakukan. Apabila perencanaan keuangan dilakukan secara tepat maka pihak manajemen perusahaan mampu untuk berusaha secara maksimal dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. 3. Estimasi Produksi Anggaran produksi adalah anggaran penjualan yang disesuaikan terhadap perubahan persediaan. 4. Upah Langsung Upah langsung merupakan upah yang diberikan secara langsung kepada pekerja. 5. Estimasi Beban Fabrikase Estimasi Fabrikase merupakan estimasi yang menjelaskan tentang beban pabrikase. 6. Estimasi Harga Pokok Penjualan Ringkasan dari anggaran produksi dengan memperhatikan tingkat persediaan akhir. Data yang diperlukan yaitu : a. Data yang telah dihitung dalam anggaran produksi, anggaran bahan langsung, anggaran overhead b. Anggaran tenaga langsung Keakuratan datanya dipengaruhi data dalam anggaran yang lain. 7. Estimasi Beban Penjualan Estimasi Beban Penjualan adalah beban penjual karena terdapat beberapa faktor yang membuat perusahaan atau si penjual oleh pihak-pihak tertentu. 8. Estimasi Beban Administrasi Beban administrasi perusahaan yang fokus dari kepentingan politik pada saat ini. Badan Penelitian Estimasi total biaya administrasi di sektor pekerjaan sementara. Penyebab utama dari ukuran biaya administrasi di sektor pekerjaan sementara adalah : a. Tingginya jumlah pekerja pekerjaan sementara dan tingginya laju perubahan pada pekerja pekerjaan sementara (rata-rata tahunan: 1,3 juta pendaftaran, 1,1 juta penempatan dan 15,6 juta pembayaran remunerasi) b. Perubahan undang-undang banyak dan perubahan kecil yang menghadapi sektor pekerjaan sementara c. Penerapan sistem pembayaran remunerasi mingguan (bukan bulanan atau per 4 minggu), yang melekat pada penggunaan pekerja flex. 9. Estimasi Beban Laba Rugi Estimasi Laba Rugi adalah suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, yaitu meliputi: a. Laba merupakan kenaikan modal saham yang dimiliki oleh perusahaan yang berasal dari pendapatan operasional perusahaan. b. Rugi yaitu merupakan penurunan modal saham yang diakibatkan dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan pada suatu periode tertentu. 10. Estimasi Kas Estimasi Kas adalah laporan keuangan yang menunjukan berapa uang yang di punyai oleh perusahaan itu, karena dengan adanya kas perusahaan dapat mengetahui berapa jumlah uang atau kas yang ada, apakah perusahan tersebut memperoleh keuntungan atau kenaikan kas atau bahkan memperoleh penurunan kas. Atau secara lebih sederhana dapat disimpulkan estimasi kas merupakan kas bersih yang keluar dan masuk ke dalam suatu perusahaan.
Bab 6 PEMASARAN Pengertian Pasar dan Pemasaran Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, atau daerah, tempat, wilayah, area yang mengandung kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu dan menetapkan harga. Pemasaran adalah proses perpindahan barang atau jasa dari produsen ke konsumen atau semua kegiatan yang berhubungan dengan arus barang atau jasa dari produsen ke konsumen. 2. Jenis-jenis Pasar a. Pasar Konsumsi Pasar Konsumsi menjual barang-barang untuk keperluan konsumsi. Misalnya menjual beras, sandal, lukisan, dll. Contohnya adalah Pasar Mergan di Malang, Pasar Kramat Jati, dll. b. Pasar Faktor Produksi Pasar Faktor Produksi menjual barang-barang untuk keperluan produksi. Misalnya menjual mesin-mesin untuk memproduksi, lahan untuk pabrik, dll. c. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah pasar Beringharjo di Jogja, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang d. Pasar modern Tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. 3. Konsep Inti Pemasaran a. Kebutuhan b. Keinginan c. Permintaan d. Produk e. Pertukaran f. Transaksi g. Pasar 4. Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran adalah suatu analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankanpertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Keadaan permintaan dan tugas pasar a. Negative demand (permintaan negatif) b. No demand (tidak ada permintaan) c. Latent demand (permintaan terpendam) d. Falling demand (permintaan menurun) e. Irregular demand (permintaan tidak beraturan) f. Full demand (permintaan penuh) g. Overfull demand (permintaan berlebihan) h. Unwholesome demand (permintaan yang tidak sehat) Falsafah manajemen pemasaran a. Konsep produksi Manajemen perlu berkonsentrasi pada peningkatan efisiensi produksi dan efisiensi distribusi. Karena konsep ini merupakan alternatif bila menghadapi situasi seperti, permintaan melibihi pasokan yang dimiliki dan bila biaya tinggi maka produksi perlu diturunkan sambil malkukan produktifitas. b. Konsep produk Konsep berpegang teguh pada anggapan bahwa konsumen akan menyenangi produk yang menawarkan mutu, penampilan, maupun keistimewaan dibandingkan produk sejenis. c. Konsep penjualan Konsep ini beranggapan bahwa konsumen tidak akan membeli produk jika organisasi tidak melakukan usaha-usaha promosi dan penjualan. Konsep penjualan biasanya diterapkan kepada produk yang umum nya kurang begitu diminati. d. Konsep pemasaran Menurut konsep ini, kunci untuk mencapai keberhasilan sasaran organisasi adalah kejelian dalam menentukan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran, serta mengupayakan pemenuhan kepuasan ketimbang dengan apa yang dilakukan pesaing. e. Konsep pemasaran kemasyarakatan Tugas organisasi berhubungan dengan penentuan kebutuhan, keinginan, serta minat pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang lebih efisien dan efektif daripada pesaing. 5. Bauran Pemasaran Bauran pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang terpadu dan saling menunjang satu sama lain. Berikut adalah 4 kebijaksanaan pemasaran yang disebut konsep 4 P : a. Product (Produk) Produk harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, agar pemasaran produk berhasil. Pembuatan produk lebih baik diorientasikan pada keinginan atau selera pasar. b. Price (harga) Untuk sebagian besar masyarakat, harga dianggap sebagai penentu dalam keputusan untuk membeli suatu barang atau jasa. Karena itu, penentuan harga merupakan salah satu keputusan penting bagi manajemen perusahaan. Harga yang ditetapkan harus menutup semua biaya yang telah dikeluarkan untuk produksi ditambah besarnya presentase laba yang diinginkan. c. Place (saluran distribusi) Saluran distribusi digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk sampai ke tangan konsumen. Kesalahan dalam menentukan jumlah penyalur akan membuat masalah bagi perusahaan. Bila jumlah penyalur sedikit, akan menyebabkan penyebaran produk kurang luas, sedangkan jika terlalu banyak akan menyebabkan pemborosan waktu, perhatian dan biaya. d. Promotion (promosi) Promosi merupakan kegiatan yang secara aktif dilakukan perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan. Kegiatan dalam promosi umumnya adalah periklanan, personal selling, promosi penjualan, pemasaran langsung, serta hubungan masyarakat dan publisitas. 6. Tujuan Sistem Pemasaran a. Memaksimalkan kosumsi b. Memaksimalkan kepuasan konsumen c. Memaksimalkan pilihan d. Memaksimalkan kualitas hidup 7. Pendekatan dalam mempelajari pemasaran Pemasaran dapat dipelajari dengan beberapa pendekatan, yaitu : a. Commodity Approach (pendekatan serba barang) Pendekatan yang melibatkan studi tentang bagaimana produk tertentu berpindah dari produsen ke konsumen. b. Institutional Approach (pendekatan institusi) Mempelajari pemasaran dari segi organisasi atau lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran. c. Functional Approach (pendekatan fungsiona) Jumlah dan macam fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan.
Bab 11 Akuntansi dan Laporan 1. Definisi Akuntansi Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya. Akuntansi berasal dari kata asing, accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis. 2. Fungsi Akuntansi Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan suatu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer/manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi. 3. Pihak-pihak yang berkepentingan a. Para pemilik dan calon pemilik perusahaan Para pemilik dan calon pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan. b. Pengelola Perusahaan Para pengelola perusahaan ini adalah para manajer, jajaran direksi. Bagi pengelola perusahaan akuntansi digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi bagi manajemen sebagai bahan analisa dan interpretasi dalam melakukan evaluasi atas kegiatan dan pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan. c. Karyawan Perusahaan Karyawan perusahaan sebenarnya sangat berkepentingan untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak pegawai dalam bidang penggajian, gratifikasi ataupun bonus (jasa produksi) serta perangsang sosial lainnya dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan pengabdian pegawai pada perusahaan. d. Investor Para investor luar yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke dalam suatu perusahaan, untuk keamanan pelaksanaan investasinya harus terlebih dahulu mengetahui kemampuan perusahaan yang bersangkutan agar jangan sampai dananya terbuang sia-sia. e. Kreditor Para kreditor seperti bank pemberi kredit, sangat memerlukan laporan keuangan perusahaan yang akan diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan pemberian kredit. f. Pemerintah Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang ada di negaranya, misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan negara dari sektor pajak atau menentukan kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan pemberian fasilitas tertentu dari pemerintah. g. Rekanan Yang dimaksud dengan rekanan perusahaan di sini ialah perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama. 4. Prinsip Akuntansi Prinsip Akuntansi Indonesia disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia, didalamnya disebutkan bahwa maksud laporan akuntansi diantaranya adalah : a. Perusahaan dipisahkan dengan pemilik dan usaha lainnya, maksudnya akuntansi membedakan asset yang menjadi asset usaha dan asset pribadi pemilik usaha. b. Memenuhi keperluan akan informasi, dimana informasi yang dihasilkan akuntansi mempunyai tujuan jelas. Sistem akuntansi suatu perusahaan tidak sama dengan sistem akuntansi perusahaan lainnya, karena setiap perusahaan mempunyai kebutuhan berbeda sesuai dengan jenis usahanya. c. Mampu memberikan informasi keuangan secara kuantitatif mengenai perusahaan agar user/manajemen dapat mengambil keputusan bisnis dan memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya sehingga membantu user/manajemen dapat menaksir kemampuan perusahaan memperoleh laba. d. Mampu menyajikan informasi mengenai perubahan-perubahan harta dan kewajiban serta informasi lainnya yang diperlukan yang diperlukan sehingga informasi itu : - Bermutu - Relevan - Jelas dan dapat dimengerti - Dapat diuji - Dapat dibandingkan Lengkap dan Netral 5. Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah sekumpulan informasi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu yang disajikan dalam bentuk laporan sistematis yang mudah dibaca dan dipahami oleh semua pihak yang membutuhkan. 6. Isi Laporan Keuangan Isi laporan keuangan adalah sebagai berikut: a. Neraca b. Laporan Laba Rugi c. Laporan Perubahan Ekuitas d. Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana e. Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan 7. Bentuk Neraca Neraca adalah laporan secara sistematis yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan meliputi Assets (harta), Liabilities (hutang) dan Capital (modal). Bentuk neraca harus memenuhi persamaan akuntansi dan umumnya bebentuk: a. Staffel (Report Form). Bentuk staffel sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan modal di bagian bawahnya. b. Scontro (T-Account Form). Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau sebelah menyebelah. Neraca umumnya dibuat pada akhir periode akuntansi (akhir tahun) dan akhir periode (bulanan) dan dalam sistem akuntansi komputer neraca dapat dususun setiap saat bila diperlukan dan metode akuntansi perpetual memungkinkan neraca dapat divisual setiap saat. 8. Laporan Laba Rugi a. Multiple Step. Penyusunan laporan laba-rugi dalam bentuk ini disusun secara bertahap mulai dari kelompok pendapatan dan beban usaha, pendapatan luar usaha dan beban luar usaha. Sampai dengan kelompok pendapatan lain-lain dan beban lain-lain. Bentuk multi step ini banyak digunakan di perusahaan dagang atau perusahaan industri. b. Single Step. Dalam bentuk single step semua jenis pendapatan (pendapatan usaha, dan pendapatan luar usaha dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam satu kelompok. Kemudian disisihkan dengan jumlah semua jenis beban. Selisih jumlah pendapatan dengan jumlah beban merupakan saldo (sisa) laba atau saldo (sisa) rugi. Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa 9. Tujuan Laporan Keuangan Menurut PSAK, tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yg telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yg dipercayakan kepadanya. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi: a. Aktiva b. Kewajiban c. Ekuitas d. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan e. Arus kas
Bab 13 Tanggung Jawab Sosial suatu Bisnis 1.Benturan dengan Kepentingan Masyarakat Terjadi pada berbagai tingkat perusahaan (besar, menengah, maupun kecil). Benturan ini terjadi kerap kali karena perusahaan menimbulkan polusi (udara, air, limbah, suara bahkan mental kejiwaan) Klasifikasi aspek pendorong tanggung jawab sosial Hal-hal pendorong tanggung jawab sosial: a. Dorongan dari pihak luar (lingkungan masyarak Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri (sisi humanisme pebisnis yang melibatkan rasa, karsa, dan karya yang ikut mendorong diciptakannya etika bisnis yang baik dan jujuDorongan Tanggung Jawab Sosial Klasifikasi masalah sosial yang mendorong pelaksanaan tanggung jawab sosial pada sebuah bisnis sebagai berikut : 1. Penerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan Kegiatan intern yang muncul bersifat sangat kaku, keras, birokratik, dan otoriter. Hubungan yang kurang manusiawi pun kerap terjadi antara perusahaan dengan pihak luar (pelanggan, masyarakat umum) Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan: a Peningkatan moral kerja karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan kerja produktivitas kerja. Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen partisipatif. Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyamanan kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik. d. Peningkatan mutu produksi yang diakibatkan oleh terbentuknya rasa kepercayaan diri karyawan. Kepercayaan konsumen yang meningkat dan merupakan modal dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perushaan. Ekologi dan Gerakan Pelestarian Lingkungan Ekologi yang menitikberatkan pada keseimbangan antara manusia dan alam lingkungannya banyak dipengaruhi oleh proses produksi. Contohnya maraknya penebangan hutan sebagai bahan dasar industri perkayuan, perburuan kulit buaya yang diperuntukkan industri kerajinan kulit. 3. Penghematan Energi Pengurasan secara besar-besaran energi yang berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti batu bara, minyak dan gas telah banyak terjadi. Yang dapat disebut dengan sumber energi alternatif diantaranya adalah pemanfaatan tenaga surya, angin, air serta laut. 4. Partisipasi Pembangunan Bangsa Kesadaran masyarakat pebisnis terhadap suksesnya pembangunan sangat diperlukan karena akan membantu pemerintah menangani masalah pengangguran dengan cara ikut melibatkan penggunaan tenaga kerja yang ada sebagai bentuk tanggung jawab sosial pada lingkungan sekitar perusahaan beroperasi. 5. Gerakan Konsumerisme Awal perkembangannya tahun 1960-an dinegara barat yang berhasil memberlakukan undang-undang perlindungan konsumen yang meliputi beragam aspek mulai dari perlindungan atas praktik penjualan paksa sampai pemberian ijin lisensi bagi para petugas reparasi alat rumah tangga. 3. Etika Bisnis a. Hubungan antara bisnis dengan konsumen Merupakan pergaulan antara konsumen dengan produsen dan paling banyak ditemui. b. Hubungan dengan karyawan Meliputi penerimaan, latihan, promosi, transfer, maupun pemberhentian. c. Hubungan Antar Bisnis Merupakan hubungan yang terjadi diantara perusahaan, baik perusahaan kolega, pesaing, penyalur, grosir, maupun distributor. d. Hubungan dengan Investor Pemberian informasi yang benar antar investor. e. Hubungan dengan Lembaga Keuangan Merupakan hubungan yang bersifat finansial, berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan. 4. Bentuk-bentuk Tanggung Jawab Sosial suatu Bisnis Beberapa bentuk dari pelaksanaan tanggung jawab sosial yang dapat kita temui di indonesia, sebagai berikut: 1. Pelaksanaan Hubungan Industrialis Pancasila. 2. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan 3. Penerapan Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja 4. Perkebunan Inti rakyat 5. Sistem Bapak Angkat-Anak Angkat
bab 14
- Mengkonsentrasikan perhatiannya untuk memproduksikan atau menguasai komoditi yang memiliki kelemahan yang tertinggi bagi negerinya.
Timbul kecenderungan bahwa permintaan ataupun kebutuhan masyarakat di dunia ini mendekati hal yang sama. Kebutuhan akan barang-barang konsumsi atau untuk kehidupan sehari-hari cenderung tidak berbeda antara Negara. Kesamaan ini yang mendorong perusahaan untuk beroperasi secara Internasional. Selanjutnya, perusahaan mencoba untuk mencari tempat untuk memproduksi barang dan memasarkannya ke dunia, sehingga akan lebih ekonomis dan kompetitif.
Peranan Koperasi Berdasarkan sifat dan bentuknya, pasar diklasifikasikan menjadi 2 macam : 1. Pasar dengan persaingan sempurna (perfect competitive market). 2. Pasar dengan persaingan tak sempurna (imperfect competitive market,yaitu : Persaingan Monopolistik (monopolistik c Oligopoli PERANAN KOPERASI DI BERBAGAI KEADAAN PERSAINGAN 1. Peranan Koperasi dalam Persaingan Sempurna (perfect competitive market) Suatu pasar disebut bersaing sempurna jika terdapat banyak penjual dan pembeli sehingga tidak ada satu pun dari mereka dapat mempengaruhi harga yang berlaku, barang dan jasa yang dijual di pasar adalah homogen, terdapat mobilitas sumber daya yang sempurna, setiap produsen maupun konsumen mempunyai kebebasan untuk keluar-masuk pasar; setiap produsen maupun konsumen mempunyai informasi yang sempurna tentang keadaan pasar meliputi perubahan harga, kuantitas dan kualitas barang dan informasi lainnya, tidak ada biaya atau manfaat eksternal berhubungan dengan barang dan jasa yang dijual di pasar. Ciri-ciri pasar persaingan sempurna : - Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak - Produk yang dijual perusahaan adalah sejenis (homogen) - Perusahaan bebas untuk mesuk dan keluar - Para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna 2. Koperasi dalam Pasar Monopolistik Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein,menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”. Ciri-cirinya : Banyak pejual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam Produk yang dihasilkan tidak homogen Ada produk substitusinya Keluar atau masuk ke industri relatif mudah Harga produk tidak sama disemua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjualnya 3. Koperasi dalam Pasar Monopsoni Ciri-ciri pasar monopsoni ~ Terdapat banyak penjual tetapi hanya ada satu pembeli Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Salah satu contoh monopsoni juga adalah penjualan perangkat kereta api di Indonesia. Perusahaan Kereta Api di Indonesia hanya ada satu yakni KAI, oleh karena itu, semua hasil produksi hanya akan dibeli oleh KAI. Apabila seorang pengusaha membeli suatu factor produksi secara bersaing sempurna dengan pengusaha lain,maka ia secara perorangan tidak bisa mempengaruhi harga dari factor produksi itu. 4. Koperasi dalam Pasar Oligopoli Pasar oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Dua strategi dasar untuk Koperasi dalam pasar oligopoli yaitu strategi harga dan nonharga Jenis-jenis pasar Oligopoli: 1. Pasar oligopoly murni. Barang yang diperdagangkan sama fisiknya (identik), hanya berbeda merknya saja. 2. Pasar oligopoly dengan pembedaan (differentiated oligopoly). Barang yang diperdagangkan dapat dibedakan. Perusahaan mengeluarkan beberapa produk untuk piihan konsumen. Ciri-ciri pasar Oligopoli: 1. Terdapat banyak pembeli di pasar. 2. Hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar. 3. Umumnya adalah penjual-penjual (perusahaan) besar yang memiliki modal besar saja (konglomerasi). Referensi : ahim.staff.gunadarma.ac.id/…/EKOP-+Bab+11.+PERANAN+KOPERASI.ppt
Ekonomi koperasi 1. BAB I BAB II1. Konsep Koperasi 1. Pengertian Koperasia. Konsep Koperasi Barat a. Definisi ILOb. Konsep Koperasi Sosialis b. Definisi Chaniagoc. Konsep Koperasi Negara c. Definisi Dooren berkembang d. Defiinsi Hatta e. Definisi Munkner f. Definisi UU No. 25 / 19922. Latar Belakang Timbulnya Aliran 2. Tujuan KoperasiKoperasia. Keterkaitan Ideologi, Sistem Perekonomian dan Aliran Koperasib. Aliran Koperasi3. Sejarah Perkembangan Koperasi 3. Prinsip-prinsip Koperasia. Sejarah Lahirnya Koperasi a. Prinsip Munknerb. Sejarah Perkembangan Koperasi b. Prinsip Rochdale di Indonesa c. Prinsip Raiffeisen d. Prinsip Schulze e. Prinsip Ica f. Prinsip-prinsip Koperasi Indonesia 2. 2. Aliran Sosialis a. Koperasi di pandang sebagai alat yang paling efektifuntuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itumenyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi Koperasi b. Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negaraEropa Timur dan Rusia.3. Aliran Persemakmuran (Commonwealth)a. Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalammeningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.b. Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukanstrategis dan memegang peranan utama dalam strukturperekonomian masyarakat c. Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasibersifat “Kemitraan (partnership)”, dimana pemerintahbertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhankoperasi tercipta dengan baik. 3. Sejarah perkembangan Koperasi1. sejarah lahirnya koperasi Koperasi modern yang berkembang dewasa ini lahir pertama kalidi Inggris, yaitu di Kota Rochdale pada tahun 1844. Koperasi timbul padamasa perkembangan kapitalisme sebagai akibat revolusi industri. Padaawalnya, Koperasi Rochdale berdiri dengan usaha penyediaan barang-barang konsumsi untuk keperluan sehari-hari. Akan tetapi seiring denganterjadinya pemupukan modal koperasi, koperasi mulai merintis untukmemproduksi sendiri barang yang akan dijual. Perkembangan koperasi di Rochdale sangat memengaruhiperkembangan gerakan koperasi di Inggris maupun di luar Inggris. Padatahun 1852, jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit. Pada tahun1862, dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian dengan nama The CooperativeWhole Sale Society (CWS). Pada tahun 1945, CWS berhasil mempunyai lebihkurang 200 pabrik dengan 9.000 orang pekerja. Melihat perkembanganusaha koperasi baik di sektor produksi maupun di sektor perdagangan,pimpinan CWS kemudian membuka perwakilan-perwakilan di luar negeriseperti New York, Kepenhagen, Hamburg, dan lain-lain. Pada tahun 1876, koperasi ini telah melakukan ekspansi usaha dibidang transportasi, perbankan, dan asuransi. Pada tahun 1870, koperasitersebut juga membuka usaha di bidang penerbitan, berupa surat kabaryang terbit dengan nama Cooperative News. 4. Pengertian Koperasi1. Definisi ILODalam definisi ILO terdapat 6 elemen yang dikandung dalamkoperasi, yaitu a) Koperasi adalah perkumpulan orang-orang. b) Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan. c) Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai. d) Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikansecara demokratis. e) Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan. f) Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang.2. Definisi Arifinal Chaniago (1984).Koperasi sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orangatau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untukmasuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaanmenjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah paraanggotanya.3. Definisi P.J.V. Dooren.There is no single definition (for coopertive) which is generallyaccepted, but the common principle is that cooperative union is anassociation of member, either personal or corporate, which have voluntarilycome together in pursuit of a common economic objective. 5. 4. Definisi Hatta (Bapak Koperasi Indonesia). Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomiberdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong menolong tersebutdidorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan‘seorang buat semua dan semuabuat seorang’.5. Definisi Munkner. Koperasi sebagai organisasi tolong menolong yang menjalankan‘urusniaga’secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong. Aktivitasdalam urusniaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yangdikandung gotong royong.6. Definisi UU No. 25/1992.Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorangatau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiataannyaberdasarkanprinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yangberdasar atas azas kekeluargaan. 6. 6. Prinsip-prinsip Koperasi Indonesia.Berikut ini adalah Prinsip koperasi di Indonesia berdasarkan Undang-undang PRINSIP / SENDI KOPERASI MENURUT UU NO. 12/1967 a. Sifat keanggotaan sukarela dan terbuka untuk setiap warga negaraIndonesia. B. Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pemimpindemokrasi dalam koperasi. C. Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota d. Adanya pembatasan bunga atas modal. E. Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakatpada umumnya. F. Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka. G. Swadaya, swakarta dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasarpercaya pada diri sendiri.PRINSIP KOPERASI UU NO. 25 / 1992a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.B. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi.C. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota.D. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.E. Kemandirian.F. Pendidikan perkoperasian.G. Kerjasama antar koperasi. 7. http://penabulu.org/2011/09/pengertian-dan-tujuan-koperasi/http://mukhammadluthfinugroho.wordpress.com/2011/10/03/ekonomi-koperasi-sesi-2-pengertian-dan-prinsip-prinsip-koperasi/http://arrizalaziz.wordpress.com/2011/10/13/pengertian-dan-konsep-konsep-koperasi/http://rhinii.wordpress.com/2011/10/01/ekonomi-koperasi-latar-belakang-timbulnya-aliran-koperasi/http://ksupointer.com/2010/sejarah-lahirnya-koperasi






